Ini memungkinkan penugasan identifikasi DOI untuk institusi ilmiah, perguruan tinggi, perpustakaan, jurnal, publikasi dan artikel individu.
Kemitraan resmi adalah kunci kesuksesan!
DOI atau Digital Object Identifier – nomor digital unik yang dirancang untuk memudahkan dan mempercepat pencarian dan identifikasi jurnal, edisi mereka, artikel, dan jenis bahan penelitian lainnya. Ini terdiri dari awalan dan akhiran. Awalan mengidentifikasi penerbit atau orang yang menghasilkan DOI. Akhiran terkait dengan publikasi individu dan sepenuhnya unik.
Sebelas perusahaan di seluruh dunia memiliki hak untuk menetapkan DOI. Yang paling populer adalah Crossref. Berbeda dengan yang lain, organisasi ini tidak memiliki batasan regional. Scientific Publications, sebagai sponsor resmi Crossref, memiliki hak untuk menghasilkan dan menetapkan indeks DOI internasional.
DOI stabil, sehingga material tidak mungkin hilang
Memungkinkan penempatan materi di katalog bibliografi internasional
Memberikan kepercayaan pada penerbit, penulis, dan karyanya sebagai yang diakui oleh komunitas ilmiah
Meningkatkan tingkat kutipan materi dengan membuatnya lebih mudah untuk ditemukan dan diidentifikasi
DOI adalah standar pengidentifikasi ilmiah untuk komunitas ilmiah internasional, sehingga kebutuhan untuk memperolehnya timbul bagi penulis individu (untuk DOI artikel, monograf, atau jenis publikasi lainnya), jurnal ilmiah (untuk memberikan pengidentifikasi untuk masalah dan artikel) dan organisasi.
Saat ini ada sekitar 11 perusahaan dan konsorsium yang memiliki hak untuk membuat pengenal digital DOI. Namun, tidak semuanya difokuskan pada komunitas ilmiah Indonesia. Oleh karena itu, kami merekomendasikan untuk memperhatikan aktivitas Crossref.
Cara tercepat dan paling efektif untuk memperoleh DOI adalah dengan menghubungi perusahaan "Publikasi Ilmiah", yang merupakan sponsor resmi Crossref. Proses pembuatan indeks digital terdiri dari:
Biasanya informasi tentang keberadaan DOI ditempatkan di bidang data sumber bersama dengan informasi lain tentang artikel. Pengenal numerik yang dihasilkan oleh Crossref berupa hyperlink. Disarankan untuk mencantumkannya saat mengutip materi, sehingga lebih mudah menemukan dan mengevaluasi sumber informasi yang digunakan dalam penulisan artikel.
Indeks DOI dari sebuah artikel, sesuai dengan persyaratan dasar, dapat ditunjukkan di samping pengenal lainnya, seperti UDC, ISSN, metadata bahan. Dalam basis data sientometrik Scopus atau Web of Science, informasi DOI ditempatkan pada halaman dokumen terpisah.
Contoh bibliografi DOI (APA): Willson, J. (2023). Dendritic cells rise and shine. Nature Reviews Cancer, 23(2), 55. doi:10.1038/s41568-022-00545-3
Untuk menemukan artikel berdasarkan DOI, Anda perlu:
Pemeriksaan DOI tidak jauh berbeda dari proses pencarian artikel yang dijelaskan di atas. Namun, jika menggunakan metode ini:
Dalam kasus-kasus ini, kemungkinan besar DOI dalam pencarian tidak benar, DOI tidak ada, atau terdapat masalah teknis dalam pemeliharaannya.
Kami punya hadiah untuk Anda!
Layanan sitasi gratis untuk karya ilmiah Anda atau diskon biaya publikasi artikel — pilih yang sesuai untuk Anda!
Denys Kovalenko
Direktur perusahaan
"Publikasi Ilmiah Indonesia"