Publikasi Ilmiah telah menyiapkan daftar terbaru jurnal yang dikeluarkan dari basis data Scopus pada bulan Juni 2024. Anda dapat membaca daftar terbaru di tinjauan bulanan kami.

Mengapa jurnal dikecualikan dari basis data Scopus?
Scopus adalah salah satu basis data ilmiah terkemuka di dunia. Kebijakan layanan ini ditujukan untuk mempertahankan tingkat kualitas dan signifikansi yang tinggi dari semua materi yang dipublikasikan. Setiap jurnal yang terdaftar di Scopus menjalani peninjauan yang ketat oleh dewan penasihat independen untuk memenuhi standar yang tinggi. Jurnal-jurnal tersebut dievaluasi berdasarkan kriteria seperti signifikansi ilmiah publikasi, transparansi tinjauan sejawat, keteraturan penerbitan, serta kualitas dan relevansi konten ilmiah.
Setiap bulan, dewan penasihat internasional mengeluarkan publikasi yang tidak lagi memenuhi standar Scopus dari basis data Scopus.
Alasan utama penghentian pengindeksan jurnal di database Scopus:
- artikel dengan kualitas rendah dan relevansi ilmiah yang tidak memadai
- kebijakan editorial yang mencurigakan
- kutipan diri yang berlebihan
- metrik pengaruh yang secara konsisten rendah
- Pelanggaran standar etika.
Ikhtisar pengecualian jurnal ilmiah untuk bulan Juni 2024
Bulan lalu pengindeksan dihentikan untuk 6 publikasi. Daftar jurnal ilmiah yang dikecualikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
|
№ |
Jurnal Ilmiah |
ISSN / EISSN |
Alasan pengecualian |
|
1 |
American Surgeon |
Print ISSN - 00031348 EISSN - 15559823 |
Radar |
|
2 |
Corporate Governance and Organizational Behavior Review |
Print ISSN - 25211870 EISSN - 25211889 |
Radar |
|
3 |
European Journal of Contemporary Education |
Print ISSN - 23049650 EISSN - 23056746 |
Publication Concerns |
|
4 |
Journal of Health and Translational Medicine |
Print ISSN - 18237339 EISSN - 2289392X |
Radar |
|
5 |
Journal of Medicine and Life |
Print ISSN - 1844122X |
Radar |
|
6 |
Universal Journal of Agricultural Research |
Print ISSN - 23322268 EISSN - 23322284 |
Radar |
Alasan paling umum untuk pengecualian jurnal dari platform Scopus adalah rendahnya kualitas materi publikasi yang terdeteksi oleh sistem Radar. Masalah Publikasi" (masalah yang terkait dengan proses publikasi) adalah alasan yang lebih jarang terjadi untuk penghentian pengindeksan jurnal. Hal ini dapat mencakup kegagalan artikel dalam memenuhi standar akademis yang tinggi, kebijakan editorial yang tidak transparan, dan tanda-tanda jurnal "predator".
Mengapa penting untuk memeriksa apakah sebuah jurnal ilmiah terindeks di Scopus sebelum dikirimkan?
Penerbitan di Scopus adalah proses yang kompleks dan memakan waktu yang membutuhkan investasi waktu dan uang yang signifikan, karena jurnal bereputasi sering kali mengenakan biaya publikasi yang tinggi. Sebelum mengirimkan materi Anda, Anda perlu memastikan bahwa jurnal tersebut memang terindeks di Scopus.
Memeriksa pengindeksan jurnal ilmiah di Scopus sebelum mengirimkan artikel ke dewan editorial penting dilakukan karena beberapa alasan:
- menghindari publikasi "predator": jurnal yang dulunya berkualitas tinggi dapat kehilangan reputasinya dan dihapus dari basis data karena pelanggaran etika
- reputasi: jurnal yang dihapus dari basis data Scopus paling sering kehilangan pengindeksan karena publikasi artikel berkualitas rendah. Penempatan penelitian dalam publikasi semacam itu berdampak negatif pada otoritas seorang ilmuwan di ruang ilmiah
- indikator ilmiah yang rendah: jurnal yang dikecualikan tidak lagi terlihat oleh komunitas akademik yang lebih luas. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal semacam itu tidak menerima banyak kutipan.
Berlanggananlah pada kami di jejaring sosial untuk mengikuti perkembangan terbaru dalam ilmu pengetahuan dan scientometrics. Kami memperbarui daftar jurnal yang dikecualikan dari Scopus setiap bulan dan melacak tren ilmiah global.
Perlu bantuan untuk memilih jurnal yang akan diterbitkan di Scopus? Pakar kami dapat membantu Anda. Isi formulir di bawah ini untuk konsultasi gratis.